UrangMinang.id — Data Lahan Baku Sawah (LBS) Nasional tahun 2024 yang menjadi dasar dalam analisis dampak perubahan iklim pada sektor pertanian, menunjukkan bahwa Kabupaten Pesisir Selatan memiliki LBS seluas 22.832 hektar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Madrianto, pada hari Rabu, tanggal 9 Juli 2025, dikutip melalui Website Resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan.
“Ya, Lahan Baku Sawah Pesisir Selatan tahun 2024 tercatat 22.832 hektar, berdasarkan data nasional.” kata Madrianto.
Ia pun menjelaskan, Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Pertanian, terus melakukan berbagai inovasi dalam mendukung program Ketahanan Tangan Pemerintah Republik Indonesia. Salah satunya yakni dengan menggunakan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT).
“Luas sawah di Pesisir Selatan sekitar 23 ribu hektar, dimana sebesar tujuh puluh lima persen menggunakan irigasi. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak tiga puluh lima persen, saluran irigasinya tidak berfungsi.” ucapnya.
Madrianto mengungkapkan, metode MTOT sudah diperkenalkan kepada masyarakat sejak tahun 2022 yang lalu, melalui Demplot (demonstration plot). Dimana pada tahun 2024, metode ini sudah diterapkan secara luas di salah satu kecamatan, dengan luasan mencapai 20 hektar.
“Alhamdulillah, hasil panen dari penerapan MTOT di Pesisir Selatan, cukup menggembirakan, yakni mencapai 6,8 hingga 7,5 ton per hektar.” tuturnya.
Dinas Pertanian juga telah melakukan pendataan sawah tadah hujan yang ada di wilayah Pesisir Selatan. Totalnya mencapai 6.073 hektar, dimana mayoritasnya tidak beririsan langsung dengan batang air atau sungai.
“Sawah tadah hujan yang beririsan langsung dengan batang air, tercatat 1.397 hektar. Sedangkan selebihnya, sekitar 4.676,09 hektar tidak beririsan langsung dengan aliran air.” pungkasnya.
Selain Kabupaten Pesisir Selatan, Lahan Baku Sawah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat (Sumbar) yakni Agam (23.001 ha), Dharmasraya (4.629 ha), Kepulauan Mentawai (1.693 ha), Kota Bukittinggi (376 ha), Kota Padang (4.358 ha), Padang Panjang (484 ha), Pariaman (1.646 ha), Payakumbuh (2.644 ha), dan Sawahlunto (1.551 ha).
Kemudian, Kota Solok (866 ha), Lima Puluh Kota (17.585 ha), Padang Pariaman (20.607 ha), Pasaman (16.166 ha), Pasaman Barat (7.190 ha), Sijunjung (10.368 ha), Solok (22.668 ha), Solok Selatan (8.794 ha), dan Tanah Datar (21.601 ha).
Total Total keseluruhan LBS di Sumbar mencapai 188.521 hektare.